Asal kejadian Alam Semesta menurut Al-Qur'an

Di posting oleh Isagoge pada 08:20 PM, 21-Feb-12

Asal mula alam semesta digambarkan dalam Al Qur’an pada ayat berikut: “Dialah pencipta langit dan bumi.” (Al Qur’an, 6:101). Keterangan yang diberikan Al Qur’an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan “Big Bang “, membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu- satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada. Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Al Qur’an 1.400 tahun lalu. Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992 berhasil menangkap sisa- sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan. Mengembangnya Alam Semesta Dalam Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini: “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. ” (Al Qur’an, 51:47) Kata “langit”, sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al Qur’an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur’an dikatakan bahwa alam semesta “mengalami perluasan atau mengembang”. Dan inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini. Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus- menerus “mengembang”. Your browser does not support iframes. Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang. Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus “mengembang”. Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini diterangkan dalam Al Qur’an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini dikarenakan Al Qur’an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta. Pemisahan Langit Dan Bumi Satu ayat lagi tentang penciptaan langit adalah sebagaimana berikut: “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu , kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? ” (Al Qur’an, 21:30) Kata “ratq ” yang di sini diterjemahkan sebagai “suatu yang padu ” digunakan untuk merujuk pada dua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan. Ungkapan “Kami pisahkan antara keduanya ” adalah terjemahan kata Arab “fataqa ”, dan bermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari “ratq ”. Perkecambahan biji dan munculnya tunas dari dalam tanah adalah salah satu peristiwa yang diungkapkan dengan menggunakan kata ini. Marilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut, langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat “fatq “. Keduanya lalu terpisah (“fataqa “) satu sama lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap- tahap awal peristiwa Big Bang, kita pahami bahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi di alam semesta. Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk “langit dan bumi” yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada keadaan “ratq ” ini. Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi- materi yang dikandungnya untuk “fataqa ” (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk. Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini belumlah terjadi sebelum abad ke-20. (Tulisan ini diambil dari karya-karya Harun Yahya tentang Al-Quran dan Astronomi, sumber: harunyahya.com) Incoming search terms: surat quran tentang big bang awal mula alam semesta ,alam semesta menurut alquran ,Awal mula terciptanya Bumi menurut islam ,asal usul terjadinya alam semesta menurut islam ,asal usul terjadinya bumi menurut al quran ,tulisan arab ayat al quran tentang penciptaan alam semesta ,Ilmu astronomi mnurut Alquran ,penjelasan asal usul semesta alam ,ASAL MULA KEJADIAN ALAM MENURUT ISLAM ,asal mula terbentuknya dunia menurut Alquran ,AWAL MULA BUMI VERSI ISLAM ,PENEMUAN ILMU FISIKA BERDASARKAN AYAT AL- QURAN ,kejadian alam semesta menurut islam ,asal mulanya dunia ini diciptakan ALLAH SWT ,asal-usul bumi menurut al quran ,asal muasal dunia diciptakan ,terjadinya alam semesta menurut al- quran ,TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA MENURUT ILMU PENGETAHUAN ,ayat tentang asal mula bumi,artikel ayat al quran tentang alam semesta ,cerita asal muasal terjadinya alam semesta ,ayat al-quran tentang awal mula kejadian bumi ,Ayat alquran mengenai alam semesta yang mengembang ,free download pengetahuan tentang alam semesta/buku/ indonesia ,film penciptaan alam semesta karya harun yahya ,download materi bigbang,ayat alquran tentang awal mula terciptanya alam semesta ,Ayat tentang asal mula alam semesta ,bagaimana alam semesta terbentuk menurut al qur`an ,Belajar alam semesta dari al Quran

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar